LEMBATA, ARAHTIMUR.ID — Gunung Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali mengalami erupsi pada Jumat (11/9/2026) pagi.
Erupsi terjadi pada pukul 09.06 WITA. Kolom abu teramati mencapai sekitar 700 meter di atas puncak atau sekitar 2.123 meter di atas permukaan laut.
Kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan bergerak condong ke arah barat.
Erupsi tersebut terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 40 milimeter dan durasi sekitar 1 menit 25 detik.
Erupsi juga disertai suara gemuruh dengan intensitas sedang.
Saat ini, Gunung Ili Lewotolok berada pada Status Level II atau Waspada.
Gunung Ili Lewotolok merupakan gunung api aktif yang berada di Kabupaten Lembata, NTT. Aktivitas gunung api tersebut terus dipantau oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui Pos Pengamatan Gunung Ili Lewotolok.
Masyarakat dan pengunjung di sekitar gunung api diimbau mengikuti informasi serta rekomendasi resmi dari PVMBG dan tidak mendekati kawasan yang berpotensi terdampak aktivitas vulkanik.
Informasi terkait perkembangan aktivitas Gunung Ili Lewotolok dapat dipantau melalui kanal resmi Badan Geologi dan MAGMA Indonesia. Badan Geologi sebelumnya juga mengingatkan masyarakat di sekitar gunung api untuk mewaspadai potensi abu vulkanik, guguran lava, awan panas, serta lahar sesuai perkembangan aktivitas gunung.
Arahtimur.id — Membaca Indonesia dari Timur.





