KEEROM, ARAHTIMUR.ID – Tim Ekspedisi Patriot Universitas Diponegoro (UNDIP) kembali mengembangkan program “Catatan Patriot Cilik” di Kawasan Transmigrasi (KT) Senggi, Kabupaten Keerom, Papua. Program yang sebelumnya dilaksanakan di Kawasan Transmigrasi Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, kini diterapkan oleh Tim 16 Ekspedisi Patriot UNDIP dengan melibatkan siswa kelas V dan VI SD Negeri Soom.
Kegiatan tersebut dikemas melalui pemetaan partisipatif dan pengenalan dasar perencanaan wilayah. Anak-anak diajak mengamati lingkungan di sekitar tempat tinggal mereka, kemudian mengenali berbagai objek seperti jalan, sungai, fasilitas umum, kebun, hingga tempat-tempat yang menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari.
Pengalaman pelaksanaan program di Palolo menjadi salah satu pijakan bagi Tim 16 dalam mengembangkan kegiatan serupa di Senggi. Meski memiliki kondisi lingkungan dan karakteristik masyarakat yang berbeda, pendekatan yang digunakan tetap menempatkan lingkungan sekitar sebagai ruang belajar bagi anak-anak.
Dalam kegiatan tersebut, siswa terlebih dahulu diperkenalkan dengan konsep dasar peta. Mereka kemudian melakukan pengamatan lingkungan dan menuangkan hasil pengamatannya ke dalam bentuk peta menggunakan simbol, warna, serta gambar.
Koordinator Lapangan Tim 16 Ekspedisi Patriot UNDIP, Rifat Farhan, mengatakan keterlibatan anak-anak penting karena mereka memiliki pengalaman dan cara pandang tersendiri terhadap lingkungan tempat tinggalnya.
“Perencanaan wilayah tidak hanya menjadi ruang bagi orang dewasa, tetapi anak-anak juga perlu dilibatkan karena mereka memiliki pengalaman dan pandangan sendiri terhadap lingkungan tempat tinggalnya,” kata Rifat.
Menurutnya, melalui pemetaan partisipatif dan pengenalan dasar perencanaan, anak-anak diberikan ruang untuk mengenali, memahami, sekaligus menyampaikan gagasan mengenai lingkungan di sekitar mereka.
Selain pemetaan lingkungan, kegiatan juga dilengkapi dengan sesi “Gambar Harapan”. Dalam sesi ini, anak-anak menuangkan gambaran mengenai kondisi kampung yang mereka inginkan, termasuk fasilitas maupun perubahan yang menurut mereka dibutuhkan.
Salah satu peserta, Seli, menggambarkan harapannya agar akses jalan di kampung menjadi lebih baik.
“Saya ingin jalanan diaspal supaya tidak berdebu dan tidak licin saat hujan,” ujar Seli.
Kegiatan Patriot Cilik tersebut tidak hanya mengajarkan anak-anak mengenai peta, tetapi juga mendorong mereka untuk melihat dan memahami lingkungan berdasarkan pengalaman sehari-hari.
Melalui rangkaian kegiatan mengamati, memetakan, dan menggambarkan harapan, anak-anak diajak mengenali ruang di sekitarnya sekaligus menyampaikan gagasan mengenai lingkungan yang mereka tinggali.
Program “Catatan Patriot Cilik” menjadi bagian dari kegiatan Tim Ekspedisi Patriot UNDIP di Kawasan Transmigrasi Senggi. Setelah dilaksanakan di SD Negeri Soom, kegiatan serupa direncanakan berlanjut di SD Inpres Kampung Woslay pada Oktober 2026.







