Sekolah Darurat di Manggarai Timur Rusak Diterjang Dust Devil

Tangkapan Layar Sekolah Darurat di Manggarai Timur yang rusak diterjang angin.

MANGGARAI TIMUR, ARAHTIMUR.ID — Nasib siswa SD Katolik Mano 1 di Mando Sawu, Kecamatan Lamba Leda Selatan, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali menghadapi ujian.

Bangunan sekolah darurat yang digunakan untuk mendukung kegiatan belajar setelah gempa Flores mengalami kerusakan setelah diterjang pusaran angin pada Kamis (3/9/2026) siang.

Peristiwa tersebut terjadi di wilayah Mano, Kelurahan Mando Sawu. Rekaman video yang beredar di media sosial memperlihatkan pusaran angin mengangkat material di sekitar lokasi dan menerjang bangunan serta fasilitas yang berada di sekitarnya.

Fenomena tersebut sempat disebut warga sebagai angin puting beliung atau tornado kecil.

Namun, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Frans Sales Lega Ruteng memastikan fenomena itu bukan puting beliung, melainkan dust devil atau setan debu.

Menurut BMKG, kejadian tersebut dilaporkan sekitar pukul 11.00 WITA. Dust devil merupakan pusaran udara berukuran kecil hingga menengah yang berputar cukup kuat dan dapat membawa debu, pasir, maupun material ringan.

Fenomena tersebut umumnya terbentuk ketika permukaan tanah dalam kondisi panas dan kering sehingga udara panas bergerak naik dan membentuk pusaran.

BMKG menyebut fenomena di Mando Sawu berlangsung relatif singkat dan tidak bersifat berkelanjutan. Meski demikian, satu bangunan semi permanen dilaporkan mengalami kerusakan.

Sekolah Darurat Pascagempa

Kerusakan tersebut menambah tantangan bagi masyarakat di kawasan Mando Sawu yang sebelumnya terdampak gempa bumi Flores.

Gempa berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026. BMKG mencatat gempa tersebut diikuti ribuan gempa susulan. Pada 19 Agustus, misalnya, BMKG mencatat 2.768 gempa susulan dengan magnitudo terbesar mencapai 6,2.

Dampak gempa juga menyentuh sektor pendidikan. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah sebelumnya menyebut sedikitnya 253 satuan pendidikan di tujuh kabupaten di Pulau Flores terdampak gempa per 16 Agustus 2026, termasuk satuan pendidikan di Manggarai Timur. Pemerintah kemudian menyalurkan tenda darurat dan perlengkapan sekolah untuk membantu pemulihan kegiatan belajar.

Di Manggarai Timur sendiri, pemerintah juga masih melakukan penanganan berbagai dampak gempa. Kementerian Sosial sebelumnya mengoperasikan dapur umum di Mano, Pota dan Dampek untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak.

Data resmi Kemendikdasmen menunjukkan SD Katolik Mano 1 merupakan sekolah swasta di wilayah Mano, Mando Sawu, Kecamatan Lamba Leda Selatan, Kabupaten Manggarai Timur. Sekolah tersebut tercatat memiliki NPSN 69727160.

BMKG Ingatkan Potensi Angin Kencang

Setelah fenomena tersebut terjadi, BMKG mengingatkan masyarakat untuk tetap mewaspadai kemungkinan peningkatan kecepatan angin secara signifikan di wilayah tersebut.

Masyarakat juga diminta menjauhi bangunan yang mengalami kerusakan dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

BMKG menegaskan dust devil berbeda dengan puting beliung. Karena itu, penyebutan jenis fenomena cuaca perlu mengacu pada hasil pengamatan dan analisis meteorologi.

Bagi siswa dan guru SD Katolik Mano 1, kejadian ini menjadi tantangan tambahan di tengah proses pemulihan pascagempa.

Bangunan darurat yang seharusnya menjadi tempat sementara untuk memastikan kegiatan belajar tetap berlangsung kini ikut terdampak cuaca ekstrem.

Pemulihan pendidikan di wilayah terdampak bencana dengan demikian tidak hanya membutuhkan ruang belajar pengganti, tetapi juga memastikan fasilitas tersebut cukup aman menghadapi kondisi lingkungan dan cuaca di lapangan.

Arahtimur.id — Membaca Indonesia dari Timur.